Globalisasi Dalam Tatanan Masyarakat


A. Pengertian Globalisasi

           Globalisasi ekonomi adalah suatu proses pengintegrasian ekonomi nasional ke dalam suatu sistem ekonomi global. Salah satu bentuk globalisasi ekonomi ditandai dengan meningkatnya keterbukaan perekonomian suatu negara terhadap perdagangan internasional. Globalisasi ekonomi ini akan menciptakan hubungan ekonomi yang saling memengaruhi antarnegara, serta lalu lintas barang dan jasa akan membentuk perdagangan antarnegara. Globalisasi memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dari globalisasi seperti peningkatan pendapatan nasional karena mempunyai keunggulan komparatif, jalan masuk terhadap global capital, penyebaran teknologi, penyebaran human rights dan peningkatan kesempatan kerja sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat suatu negara. 
        Sedangkan dampak negatif dari globalisasi adalah melemahnya posisi dari negara yang kekurangan keterampilan dan modal, pengelolaan yang lemah dalam perdagangan internasional oleh negara miskin, eksploitasi pekerja di negara miskin, resiko pasar modal global yang tidak stabil, melemahnya stabilitas budaya nasional, otonomi perekonomian nasional dirusak oleh keterbukaan pasar modal, dan negara yang lebih miskin harus menerima kebijakan yang dibuat negara yang lebih kaya.

B. Globalisasi Ekonomi dan Kemiskinan

               Ada perdebatan tentang keuntungan dan kerugian dari globalisasi. Sebagian besar ekonom dan organisasi internasional berpendapat bahwa globalisasi memacu pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan (Fischer, 2003). Ozcan dan Kar (2016) melakukan riset pengaruh liberalisasi perdagangan terhadap kemiskinan di Turki. Turki mulai menerapkan strategi pertumbuhan berorientasi ekspor pada awal tahun 1980 dan telah menjadi bagian integral dari ekonomi dunia. Liberalisasi perdagangan diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, dan mengurangi kemiskinan. Dengan menggunakan model vector error correction model (VECM), ditemukan bahwa liberalisasi perdagangan telah mengurangi kemiskinan di Turki. Namun, banyak argumen yang meragukan bahwa globalisasi mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang. Kemiskinan masih merajalela di banyak negara berkembang setelah berkembangannya arus globalisasi meskipun jumlah orang di bawah kemiskinan absolut terus turun. Bangsa penduduk yang hidup di bawah $ 1 per hari di dunia menurun dari sekitar 30% pada tahun 1981 menjadi 18% pada tahun 2004 di Asia. 
            Sementara itu, kemiskinan absolut turun dari 11% menjadi 9% di Amerika Latin dan Karibia, 42% menjadi 41% di Sub-Sahara Afrika, dan 0.7% menjadi 0.9% di Eropa Timur dan Asia Tengah. Studi lain juga menyimpulkan bahwa globalisasi bisa memecahkan masalah kemiskinan jika kebijakan pelengkap termasuk pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur, dan stabilitas makroekonomi yang dilaksanakan (Harrison, 2007). Globalisasi akan memiliki implikasi yang sangat berbeda terhadap ketimpangan pendapatan tergantung pada dimensi globalisasi yang terlibat di negara yang bersangkutan. Perekonomian dunia telah menjadi lebih terintegrasi secara global tetapi telah menimbulkan ketimpangan antara negara-negara. Dampak dalam negeri akibat globalisasi tergantung pada strategi dan kebijakan negara tersebut. Negara yang paling dirugikan adalah negara yang kualitas sumberdaya manusianya rendah, birokrasi yang rumit, dan tidak demokrasi. Krugman dan Obstfeld (2004) menyatakan para pemilik faktor-faktor produksi yang melimpah di suatu negara akan memperoleh keuntungan dari adanya hubungan perdagangan, namun para pemilik faktor-faktor produksi yang langka di suatu negara sebaliknya akan mengalami kerugian akibat perdagangan internasional.

C. Jenis dan Sumber Data Penelitian Globalisasi

            Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa data deret waktu dari tahun 1978-2015. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, dan Kementerian Perdagangan Indonesia. Pada studi kepustakaan diambil melalui jurnal internasional dan nasional, buku-buku, dan literatur ilmuah lainnya. Data yang digunakan adalah data pertumbuhan ekonomi diproksikan dari data PDB ADHK tahun dasar 2010. Data globalisasi ekonomi diukur dengan indeks liberalisasi perdagangan yang diproksikan dari jumlah ekspor dan impor sebagai rasio dari PDB. Data kemiskinan diproksikan dari data rasio jumlah orang miskin terhadap jumlah penduduk. Data ketimpangan pendapatan diproksikan dari data indeks gini. Data pendukung lainnya yang digunakan adalah data tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang diproksi dari jumlah orang menganggur terhadap jumlah angkatan kerja.

D. Metode Penelitian

       Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode VECM yang merupakan VAR yang terestriksi yang digunakan untuk variabel yang nonstasioner tetapi memiliki potensi untuk terkointegrasi. Setelah dilakukan uji kointegrasi pada model yang digunakan, maka dianjurkan untuk memasukan persamaan kointegrasi kedalam model yang digunakan. Pada data time series kebanyakan memiliki tingkat stasioneritas pada perbedaan pertama (fi rst difference) atau I (1) (Firdaus, 2011). VECM kemudian memanfaatkan informasi restriksi kointegrasi tersebut ke dalam spesifi kasinya.

E. Dampak Globalisasi Ekonomi Terhadap Kemiskinan

             Besimi et al., (2006) menyatakan bawah model VECM menghasilkan dua output estimasi utama, yaitu mengukur hubungan jangka pendek antarvariabel dan mengukur error correction atau kecepetan variabel-variabel dalam bergerak menuju keseimbangan jangka panjangnya. Dengan demikian, estimasi VECM dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan keseimbangan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Dari hasil estimasi VECM akan didapat hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara tingkat kemiskinan (POVR), indeks keterbukaan perdagangan (TOI), pertumbuhan ekonomi (LNGDP), pendapatan per kapita (LNGDP_C), dan tingkat pengangguran terbuka (OUR).

F. Dampak Globalisasi Ekonomi Terhadap Ketimpangan Pendapatan

             Dari hasil estimasi VECM akan didapat hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara ketimpangan pendapatan (GINI), indeks keterbukaan perdagangan (TOI), pertumbuhan ekonomi (LNGDP), pendapatan per kapita (LNGDP_C), dan tingkat pengangguran terbuka (UNEMP). Contoh Hubungan jangka panjang diatas dapat ditulis dalam persamaan linier :
GINI = -0.000384*TOI + 0.737547*LNGDP - 0.203856*LNGDP_C + 0.018914*UNEMP
              Pada pengujian VECM, variabel keterbukaan perdagangan berpengaruh negatif secara tidak signifi kan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai koefi sien sebesar -0.000384. Nilai tersebut menginterpretasikan bahwa setiap kenaikkan indeks keterbukaan perdagangan sebesar satu persen akan menurunkan ketimpangan pendapatan di Indonesia sebesar 0.000384 satuan. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam jangka panjang dengan semakin terbukanya perdagangan internasional akan berpengaruh negatif terhadap ketimpangan pendapatan tetapi tidak signifi kan. Variabel tingkat pengangguran terbuka dalam jangka panjang memiliki pengaruh yang positif secara signifi kan terhadap ketimpangan pendapatan sebesar 0.01. Artinya dalam jangka Panjang peningkatan tingkat pengangguran terbuka sebesar satu persen akan meningkatkan ketimpangan pendapatan sebesar 0.01 persen. 
       Hasil ini serupa dengan hasil penelitian Cysne dan Turchik (2012) dan Saunders (2002) yang membuktikan bahwa pengangguran berkontribusi terhadap ketimpangan pendapatan. Hal itu juga menimbulkan serangkaian dampak sosial yang melemahkan orang yang menganggur itu sendiri, keluarga mereka dan masyarakat tempat mereka tinggal. Di Indonesia, dengan sumber daya alam yang melimpah pengangguran dan ketimpangan pendapatan masih menjadi isu yang selalu hangat dibicarakan baik darah akademik maupun politik. Untuk itu, pemerintah perlu mendesain suatu kebijakan yang efektif untuk penciptaan lapangan kerja guna memperkecil ketimpangan pendapatan.

G. Kesimpulan

    Keterbukaan perdagangan internasional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan. Tetapi, dalam jangka panjang terbukaan perdagangan internasional berpengaruh signifkan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia. Hasil penelitian Model 2, dapat disimpulkan bahwa dalam jangka pendek keterbukaan perdagangan internasional berpengaruh negatif signifi kan terhadap ketimpangan pendapatan. Tetapi, dalam jangka panjang keterbukaan perdagangan internasional tidak berpengaruh signifi kan dalam menurunkan ketimpangan pendapatan. Untuk mengurangi kemismikinan melalui perdagangan internasional, perlu diterapkan suatu sistem perdagangan yang adil. Sehingga semua pelaku ekonomi mendapat manfaat, bukan menjadi predator bagi yang lainnya. Ketimpangan pendapatan dapat dikurangi dengan cara menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga seluruh masyarakat menikmati hasil dari pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perlu dijuga diterapkan sistem perdagangan yang adil, dimana terdapat kemitraan yang setara antarperlaku ekonomi yang dilandasi oleh jiwa dan semangat kekeluargaan (gotong royong) sebagai acuan dalam aturan main perdagangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Gerak Tari Sunda

Teori Organisasi Administrasi Negara